agen bola
Selamat Datang di Agentaruhan.net – Agen Bola Terpercaya pilihan anda
Kami memiliki Customer Support yang online 24 jam untuk membantu anda
Lakukan Transaksi melalui menu Pendaftaran – Deposit – Withdraw
Apabila Anda membutuhkan bantuan, Silahkan Hubungi CS yang sedang bertugas
Tuesday, 28 March 2017   |   18:37 PM

Agen Bola Terpercaya - Agen SBOBET - Agen IBCBET - 338A - BolaTangkas2 - TogelTOTO

Pusat Judi Bola | Dari sebuah kenangan busby babes hingga sekarang dia mendapatkan label ”Judas”

 London – Lazimnya pelatih-pelatih veteran seperti, Harry Redknapp tak kekurangan pengalaman yang sangat manis maupun kenangan yang pahit menukangi sejumlah klub. Yang paling diingat, tentu pada masa transisi usai menukangi klub Portsmouth yang sayangnya, begitu getir dialaminya.
Ayah kandung mantan pemain Jamie Redknapp ini mengaku sangat heran, mengapa para atmosfer suporter dewasa ini, khususnya pada saat di Inggris, begitu berbeda saat dirinya masih nge-fans berat dengan Busby Babes itu merupakan sebuah sebutan yang di berikan oleh Manchester United pada saat era 50an.

Redknapp mengaku sangat prihatin lantaran pernah dicaci maki habis-habisan oleh pihak yang berkaitan di dalamnya, namun juga oleh para suporter, melainkan juga segenap kota Portsmouth saat dirinya hengkang ke Southampton, pada tahun 2004 silam. Redknapp pun mengenang ketika para penggila bola masih saling menghormati satu sama lain, terutama ketika terjadi tragedi Munich yang merenggut sejumlah pemain dan staf pelatih United beserta sejumlah wartawan.

“Sungguh sangat berbeda para atmosfernya dari era dahulu. Saat itu, masih ada respek, di antara fans dan antara fans dengan para pemain yang telah mereka gemari. Hal yang telah membuat saya merasa amat muak adalah ketika Anda mendengar orang-orang zaman sekarang telah menyanyikan sebuah lagu tentang tragedy yang terjadi di Munich,” tutur Redknapp dan telah di beritakan oleh Pusat Judi Bola.

“Saya dulu biasa menyaksikan permain yang telah di lakukan oleh mereka – Duncan Edwards dan segenap tim yang telah berada di manchester United pada saat itu betapa fantastisnya penampilan dan perjuangan yang telah di lakukan mereka. Tapi ketika saya mendengar sebuah lagu terkutuk itu, hal tersebut telah membuat saya benar-benar merasa muak,” lanjutnya, “Saya melihat pertandingan terakhir Busby Babes: 1 Februari 1958, mereka menang 5-4 dari Arsenal. Lalu lima hari berselang, kecelakaan itu terjadi. Seantero Inggris berduka. Semua orang terpaku dengan radionya, pagi, siang dan malam,” imbuh Redknapp.