agen bola
Selamat Datang di Agentaruhan.net – Agen Bola Terpercaya pilihan anda
Kami memiliki Customer Support yang online 24 jam untuk membantu anda
Lakukan Transaksi melalui menu Pendaftaran – Deposit – Withdraw
Apabila Anda membutuhkan bantuan, Silahkan Hubungi CS yang sedang bertugas
Tuesday, 21 November 2017   |   04:08 AM

Agen Bola Terpercaya - Agen SBOBET - Agen IBCBET - 338A - BolaTangkas2 - TogelTOTO

Presiden La Liga : PSG dan City Bisa Hancurkan Sepakbola

Paris Saint-Germain

Presiden La Liga, Javier Tebas masih belum berhenti mengkritik aktivitas transfer yang di lakukan oleh Paris Saint-Germain dan Manchester City di bursa transfer musim panas ini. Menurut pria 55 tahun itu, kedua klub kaya raya itu dinilai bisa menghancurkan sepakbola.

Baru baru ini Tebas meminta pihak UEFA melakukan penyelidikan kepada City terkait dugaan pelanggaran FFP (FInancial fair Play). Alasannya karena klub Liga Inggris itu menghamburkan banyak uang untuk belanja pemain. Tapi permintaan Tebas itu di tolak oleh UEFA.

City di musim panas ini memang banyak menghabiskan dana untuk merekrut lima pemain baru. Total belanja City menyentuh angka 244 juta euro atau setara Rp 3,8 triliun. Uang sebanyak itu digunakan untuk mendatangkan Kyle Walker, Benjamin Mendy, Bernardo Silva, Ederson dan Danilo.

Jika City lolos dari penyelidikan UEFA, tapi tidak demikian dengan Paris Saint-Germain. Klub asal League 1 Prancis itu sedang di usut oleh badan tertinggi sepakbola Eropa itu terkait transfer Neymar dan Kylian Mbappe.

“UEFA dan institusi lain seperti Uni Eropa, perlu melakukan penyelidikan secara mendalam kepada Manchester City dan PSG. Kedua klub itu sudah seperti Chelsea di masa lalu.” ungkap Tebas seperti di lansir dari Sky Sports.

“Khusus terhadapa PSG, klub itu tidak mungkin punya lebih banyak pendapatan dari sponsor daripada Manchester United. Kasus seperti ini ibarat doping dalam hal finansial.” lanjutnya.

“Andai United yang membeli Neymar dari Barcelona, kami tidak akan mengeluh sebab hal itu akan sesuai dengan peraturan. Ada risiko luar biasa bila uangnya berasal dari negara bagian dan pemerintah,” Tebas menambahkan.”

City sejak di ambil alih oleh Sheikh Mansour pada tahun 2001 lalu memang gemar menghabiskan banyak dana untuk belanja pemain di setiap aktifitas bursa transfer. Begitu juga dengan PSG yang sejak di akuisi oleh Qatar Sports Investment pada 2011.

Akibat aktifitas transfer kedua klub itu yang dinilai berlebihan, Tebas pun berpendapat hal itu bisa merusak bisnis sepakbola.

“Manchester City mengeluarkan uang hampir 1.000 juta euro sejak klub itu di ambil alih. sementara PSG hampir 950 juta euro. Jika tidak dikendalikan, industri ini akan rusak,” ucap Tebas.