agen bola
Selamat Datang di Agentaruhan.net – Agen Bola Terpercaya pilihan anda
Kami memiliki Customer Support yang online 24 jam untuk membantu anda
Lakukan Transaksi melalui menu Pendaftaran – Deposit – Withdraw
Apabila Anda membutuhkan bantuan, Silahkan Hubungi CS yang sedang bertugas
Wednesday, 22 November 2017   |   08:46 AM

Agen Bola Terpercaya - Agen SBOBET - Agen IBCBET - 338A - BolaTangkas2 - TogelTOTO

Akhirnya Bhayangkara FC ditetapkan sebagai Juara Liga 1.

Mohamed Sissoko

Setelah sempat menggantung status juara di Liga 1 Indonesia 2017 selama kurang dari sepekan. Bhayangkara FC akhirnya dipastikan resmi menjadi juara Liga. Itu setelah, PSSI  memastikan bahwa tim Mitra Kukar tak melakukan banding terkait keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Seperti yang diketahui, sebelumnya memang Bhayangkara FC ini belum diresmikan menjadi juara, usai menumbangkan Madura United dengan skor 3-1 di Stadion Gelora Bangkalan, pada hari Rabu (08/11) lalu. Kemenangan itu langsung memastikan Bhayangkara sebagai juara Liga setelah meraih 68 poin.

Meski Sebenarnya dengan tersisa satu pertandingan lagi, jumlah poin itu masih bisa disamai oleh Bali United yang kini berada di posisi kedua dengan 65 poin. Jika pada laga pamungkas Bhayangkara kalah dari Persija dan Bali United menang atas Persegres, Bhayangkara tetap berhak menduduki posisi puncak karena unggul head to head atas tim Serdadu Tridatu itu.

Sebelumnya, Bhayangkara FC sendiri mendapatkan tiga poin ini setelah Komisi Disiplin PSSI secara resmi menghukum Mitra Kukar karena terlihar memainkan Mohamed Sissoko yang masih menjalani sanksi larangan bermain. Padahal, pertandingan tersebut hanya berkesudahan dengan hasil imbang 1-1.

Awalnya, belum dipastikannya Bhayangkara meraih juara ini karena setelah laga melawan Madura United adalah lantaran PT Liga Indonesia Baru (LIB) maupun PSSI masih menunggu apakah Mitra Kukar mau mengajukan banding atau tidak terkait keputusan Komdis tertanggal 7 November 2017, yang menyatakan Mitra Kukar kalah dengan skor 3-0 dari Bhayangkara FC.

Mitra Kukar sendiri diputuskan kalah, lantaran terbukti menggunakan pemain yang tidak sah dalam laga yang digelar di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, pada hari 03 November 2017 itu. Dalam hal ini Mohamed Sissoko yang masih dalam masa sanksi hukuman larangan bermain karena suspensi kartu merah. Namun tampak Sissoko tetap dimainkan karena skuat yang dilatih Yudi Suryata itu merasa tak ada nota larangan bermain (NLB) yang dirilis oleh LIB, terkait larangan bermain untuk eks penggawa Juventus itu dalam laga tersebut. Mitra Kukar sendri mengaku tidak mendapatkan surat larangan bagi sang pemain dari pihak penyelenggara melalui email.

Di sisi lain, protes baru dilayangkan oleh pihak Bhayangkara setelah pertandingan selesai terkait hal itu. Mitra Kukar sebelumnya memang juga belum membaca surat keputusan Komdis yang dikirim ke mereka melalui email oleh PSSI, pada tanggal 31 Oktober 2017 lalu. Namun di lain pihak, harus diakui juga ada kesalahan administrasi dari pihak LIB terkait penerbitan NLB untuk laga itu yang tak memasukkan nama Sissoko. Inilah yang kemudian menjadikan pemicu terjadinya kesalahan teknis dari pihak penyelangara mampun pihak tim Mitra kukar.

Setelah sempat menunggu hingga dua hari usai keputusan dikeluarkan, Mitra Kukar akhirnya memutuskan untuk tidak melakukan banding terkait keputusan Komdis yang menjatuhi hukuman dengan kekalahan 3-0. Bukan hanya itu saja, Mitra Kukar sendiri mendapatkan denda sebesar 100 juta Rupiah atas insiden tersebut.

“Kita semua sudah melakukan diskusi bersama, semua pihak juga sudah saling mengakui kesalahan masing masing dan sudah ditenangkan. Maka keputusanya Mitra Kukar tidak perlu menjukan banding lagi. Intinya semua pihak sudah mengaku salah, baik dari pihak tim dan maupun pihak Komdis PSSI.” terang Ratu Tisha Destria, selaku sekretaris Jenderal PSSI menanggapi pertanyaan wartawan soal Mitra Kukar banding atau tidaknya dalam jumpa pers di kantor PSSI Pusat, Jakarta, pada hari Jumat (10/11) malam.

Sebelum menggelar jumpa pers tersebut, PSSI juga melakukan pertemuan dengan perwakilan dari tim Mitra Kukar beserta tim dari Bhayangkara FC, bahkan turut hadir pihak menagement Bali United di Makostrad, Jakarta, pada petang hari yang sama. Dalam pertemuan tersebut dihadiri juga perwakilan dari PT LIB.

Di sisi lain, Sekjen PSSI Tisha juga mencoba untuk tetap bersikap diplomatis terkait apakah sudah sah atau belum Bhayangkara menjadi juara Liga 1 Indonesia musim ini. Dia mengungkapkan bahwa gelar juara dari kompetisi penuh ini ditafsirkan setelah semua pertandingan kompetisi sudah dimainkan secara penuh. Karena kompetisi masih berlangsung pada akhir pekan nanti, Maka gelar juara bagi Bhayangkara FC akan diresmikan langsung saat tim tersebut melakoni laga pamungkas menghadapi Persija nanti. Itu sudah menjadi keputusan bersama dari semua pihak ungkap Tisha.

“Memang kalau secara poin tidak bisa dikejar oleh Bali United, tapi kita harus menghargai dan membiarkan kompetisi berjalan dengan penuh,” pungkas wanita lulusan FIFA Master itu menutupi.